Jika Bete Datang Menyerang.. Tertawalah

Satu hal yang saya benci menjadi perempuan adalah, sekali sebulan saya harus deal with mood yang berubah ubah tidak menentu. Selain bikin orang-orang di sekitar menjadi gak nyaman, saya sendiri juga rasanya gak tahan. Mo senang susah.. mo marah iyaaah ^ tp gak tegaan^. Dan kalo kejadiannya kek gini, sabar rasanya jauuuhhhh buanget! 
Jadi Sabtu ini saya memutuskan untuk keluar sendiri. Setelah pikir pikir siapa teman yang enak diajak jalan, it turned to be.. Saya perlu teman jalan yang gak usah di ajak bicara, cuman duduk menemani sambil menikmati secangkir dua cangkir coklat dingin dan beberapa potong kue brownies. Gak perlu ngobrol macam-macam apalagi ngomongin orang. Hanya butuh orang yang berenergi positip dan percaya ama saya dan saya percaya. Cek en ricek di phone book, satu persatu para “teman jalan” berguguran. Mungkin sebaiknya kali ini teman hura-hura saya lupakan saja. 
Lalu kemudian seorang teman datang. Dia mo numpang tidur di rumah karena rumahnya sedang hingar  bingar di renovasi. Ok, kali ini skenario duduk manis sambil nyoklat di “tempat yg cozy itu” harus di simpan dulu. Sekali lagi dengan rasa bete yang teramat sangat, saya harus kompromi. Tamu itu anugerah, kata orang tua. Harus diterima sepenuh hati. 
Diluar Matahari sedang ceria cerianya bersinar. Sambil menunggunya tiba, saya memutuskan untuk melakukan satu tindakan impulsive tapi sekaligus juga kreatif, yaitu : M-E-N-C-U-C-I. Di box pakaian kotor ternyata masih nyempil satu kresek berisi baju yang sudah lama gak ketahuan rimbanya. Yoolohhh.. padahal kloter-cuci-kering-pakai dari box yang sama baru saja kembali dari Laundry langganan. Ya udahlah, sayang juga energi matahari dimaki-maki saja saking puanasnya. Mending dipake mengeringkan pakaian. Mari Mencuci.. Lumayan kesel-kesel bisa disalurkan dengan cara menyikat. Tapi rasa bosan tetap ada.. Ah, mungkin kalo dia datang bosan saya akan hilang dengan tertawa-tawa. 
Sayangnya tidak.. 
Dia capek,butuh tidur dan tak ada waktu tertawa. 
Saya bosan, butuh hiburan dan tak ada yang bisa memancing tawa. 
Dia tidur, saya nge-facebook 
Dia bangun, saya capek pengen tidur
Lalu matahari mulai ramah.. dia mengajak keluar. Ke mall karena tempat ngopi2 yang cozy itu katanya terlalu rame. Aaah.. sekali lagi saya harus kompromi. ^ Kapan yaaahh orang lain kompromi sama saya?^
Ke mall lah kami.. jalan berdua, ngobrol seadanya. Perut lapar, kami singgah ke Sop Saudara di Panakkukang Square. Entah karena lapar ato nafsu makan meningkat, satu nasi putih, sop saudara, 1 telur asin, sebungkus emping dan sebotol air mineral tandas sy habiskan. Saya makan pelan-pelan, menikmati rasa dalam setiap sendokan dan kunyahan. Meminum air mineral seperti menyesap kopi hangat pelan-pelan. Saya benar-benar hanya ingin duduk duduk saja menikmati yang ada. Sayang dia sepertinya tidak berminat dan lebih senang membicarakan sesuatu yg berpusat pada dirinya.. Dalam kepala saya tiba-tiba terdengar suara Agnes Monica bernyanyi ,”Pernah kau bicara.. tapi tak di dengar.. ” 
Kompromi.. kompromi.. sekali lagi sy harus kompromi..
Dan baru kali ini saya merasa jalan-jalan di mall itu membosankan dan bikin capek. Biasanya saya yang bikin orang yang menemani saya sampai minta ampun keluar keringat dingin karena ah 7 kali muter2 gak dapat2 juga yang mo dibeli. Kali ini saya bener-bener pengen duduk saja. Menyepi di tengah keramaian kayaknya kedengaran bagus. Tapi ternyata itu juga tidak bisa. Hanya bisa menarik nafas panjang dan melirik jam, apakah pagar rumah saya tidak akan tertawa jika saya pulang jam begini? 
Untungnya di satu titik saya bertemu dengan seorang teman kuliah yang dulu jadi tumpahan curhat tentang .. *blushing* . Sebenarnya ini kali kedua saya bertemu dia dan istrinya malam minggu di Mall yang sama. Actually, i have something i want to tell him but unfortunately the time wasn’t right and i thought it can wait another time. Paling gak, habis bla bla sedikit dengannya, saw the smile on his face and i gave some line yang sebenarnya gak bermaksud jadi joke, eh malah ketawa2 lah kita jadinya..dan saya merasa.. lega. Kalo dianalogikan dengan permainan Street Racing di Facebook, adrenalin sy nambah.. 
Dan tiba tiba selepas dari dia, sy menemukan diriku di depan kasir dengan 2 baju –harusnya 3, tp yg satu tereliminasi dgn sendirinya–. Woow!!
Bener juga kata orang bijak, Jika Bete datang menyerang.. tertawalah. .. atau setidaknya tersenyumlah.!Kadang memang tidak semudah yang dikatakan, apalagi jika kadar bete sudah mencapai taraf yang tidak wajar. Paling tidak sy bisa kembali merasakan adrenalin rush diantara deretan baju-baju itu. Hehehehe.. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s