Menentukan Pilihan

Pengetahuan saya tentang politik dan konspirasinya sangat sedikit. Saya hanyalah orang yang tidak ingin ketinggalan berita hingga media khusus berita selalu menjadi sumber informasi saya. Beberapa hari ini berita yang muncul masih seputar pasangan SBY. Bosen juga kalo saya bilang. Lebih bosan lagi kalo melihat tingkah laku para politisi yang berkoalisi dengan Demokrat. Kebosanan saya menjadi kejengkelan ketika makin banyak yang meneriakkan ketidak setujuan atas pilihan SBY. Terus terang Saya heran.. kenapa banyak sekali yang “kebakaran jenggot” hanya karena SBY pilih Boediono. Sampe mahasiswa demo di Bundaran HI segala dan bilang,”Maukah kita dipimpin oleh orang yang tidak memihak rakyat?” ckckckck.. hebat banget ya semuanya. Apa salahnya SBY memilih Boediono? Mengapa harus khawatir sekali jika memang Boediono? Orang-orang berbicara seperti keputusan ini adalah “Kiamat Indonesia”. Orang-orang berbicara seperti Wakil Presiden akan segera di ganti per tanggal 15 Mei. Orang-orang berlaku sepertinya SBY lah pemenangnya.. Lucu juga ya.. Memangnya sudah pasti SBY jadi presiden lagi? Banyak parpol, politisi ingin mendekat karena yakin akan dapat jatah kue pemerintahan. Media berkoar koar seakan ini adalah hal yang sangat penting sampai tidak ada lagi berita yang bisa di beritakan selain ini . Kalo memang sudah pasti gak usah bikin Pilpres. Habis habisin duit saja. Langsung tetapkan saja SBY jadi presiden. Bubarkan saja KPU. Tapi kalo memang belum pasti dan negara ini masih negara demokrasi, biarkan saja dia memilih siapa yang disukainya. Jika diibaratkan ini adalah seperti memilih jodoh, biarkan dia memilih jodohnya. Hormati pilihannya. Kalaupun tidak setuju, pas waktu pencontrengan tiba, janganlah di contreng SBY dan pasangannya. Saya yakin pilihan kita juga akan di hormati. Kita hidup di bumi, man! Bumi itu bundar.. berputar.. kadang pagi kadang malam.. Mana tahulah kita siapa yang akan memimpin negeri ini. Jangan pernah merasa pasti karena tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali hidup dan mati.. Jadi biarkan saja Boediono yang terpilih, jika tidak suka pasangan ini jangan dipilih. Pilihan selalu ada di tangan rakyat, bukan begitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s