Life in a Cup Of Black Coffee

Secangkir kopi, sepotong roti dan berjuta kata denganmu. Menikmati sore berganti malam membiar obrolan ini makin tidak berarah. Paling tidak untuk saya, namun aku menikmatinya.

Secangkir kopi hitam kembali terhidang untukku sementara kau masih menyisakan setengah cappucino di hadapanmu. “Coffeeholic” kau menyebutku begitu lalu serta merta memesankan sebotol air mineral untukku. Aku hanya tersenyum dan kembali mereguk kopiku. Kamu mengernyit seakan kopi itu mengalirnya melalui tenggorokanmu.

Black coffee with 1 tea spoon sugar. “It tasted bitter,” dia berkata lagi sambil memandangiku mereguk nikmatnya. ,”Saya masih tidak mengerti mengapa kamu lebih memilih kopi hitam dibanding yang lain.”

Kalau aku bilang Black Coffee itu enak, itu tidak membantu ya? Kurasa kamu juga tidak memerlukan jawaban, tidak mempermasalahkan keadaan. Kamu bisa menerima saya apa adanya. Sama seperti saat saya mengaduk secangkir kopi hitam  yang terlalu pahit dengan sedikit gula hanya untuk menetralisir sebuah rasa pahit di lidah. Agar setidaknya ada rasa manis tertinggal setelah menghirup kepahitan. Seperti juga hidup dengan segala kepahitannya. Toh sepahit apapun itu kita masih bisa merasakan manisnya.

Malam bergerak cepat seiring angin semakin menusuk tulang. Tempat nongkrong kami sudah mau tutup. Hanya tinggal kita berdua. Saya pun tak sanggup lagi meneguk cangkir ketiga walaupun keinginan itu masih ada.”Yakin gak mau tambah?”kamu bertanya setengah meledek.

Dalam hidup selalu ada batasan yang tertulis maya. Begitu juga dengan merasakan pahit dan manisnya kehidupan. Aku yakin setiap diantara kita punya nature Alert sebagai sign sampai level mana kemampuan kita menghadapinya. Dan aku sadar jantungku mulai merasa tidak nyaman walaupun otakku mengirimkan perintah ”Lagi…lagi… I want some more”. Kadang sekuat apapun kita mengira bisa menghadapi kepahitan ada bagian dari kita yang jujur mengatakan tak kuat menjalaninya. Dan itu kejujuran terdalam, bukan sekedar agar terlihat kuat di luar. So more coffee? No thanks, i have about enough.

Toh malam makin larut. Aku harus segera pulang. Sebentar lagi The Sopranos akan tayang di HBO. Aku tak mau melewatkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s